Bersukacita Bersama

Percik Firman : Bersukacita Bersama
Kamis, 5 November 2020
Bacaan Injil: Luk 15:1-10

“Bersukacitalah bersama-sama dengan aku, sebab dombaku yang hilang itu telah kutemukan” (Luk 15:6)

Saudari/a ku ytk,.
Sudah menjadi kebiasaan di tengah keluarga dan masyarakat kita, adanya acara syukuran. Saat masih kecil, misalnya, di desa saya ada tradisi brokohan. Konon, brokohan memiliki asal kata “barokahan”, yaitu ungkapan syukur dan terimakasih kepada Sang Pemberi Hidup atas kelahiran bayi dari kandungan ibunya.

Tradisi brokohan ini pada dasarnya memang dilakukan sebagai tanda terimakasih atas “kelahiran.” Dalam praktiknya, tradisi ini tak melulu hanya dilakukan pada manusia saja, tetapi juga pada binatang peliharaan.

Misalnya, ketika sapi atau kambing piaraannya melahirkan, sang pemilik akan mengadakan acara syukuran ini. Harapannya, Tuhan berkenan melimpahkan keselamatan dari tumbuh dan berkembangnya anak sapi atau kambing tersebut, sehingga mampu memberi penghidupan yang lebih layak bagi pemiliknya.

Pada waktu itu kami senang, karena pasti akan mendapat es dawet dan aneka makanan. Maka jika ada sapi atau kambing tetangga sedang hamil, saya dan teman-teman akan menunggu dengan sukacita. Sang pemilik dalam waktu dekat akan membagi-bagikan es dawet dan makanannya yang lain untuk kami anak-anak waktu itu.

Sukacita atau bersyukur adalah tanda bahwa orang itu beriman. Orang yang bersukacita atau bersyukur mempunyai energi positif yang luar biasa. Bahkan sukacita atau syukur bisa menciptakan aura positif dalam hidup bersama.

Menurut peta kesadaran diri yang disampaikan David R. Hawkins, Ph.D dalam buku “Power Vs Force”, diungkapkan bahwa level sukacita itu berada dalam nilai atau score 540. Energi positifnya sangat tinggi. Bahkan level sukacita ini ada di atas level cinta (nilai 500).

Sukacita juga dialami oleh pemilik domba atau dirham yang disampaikan Tuhan Yesus dalam perumpamaan hari ini. Sang pemilik domba bersukacita karena dombanya yang hilang ditemukan. Sang pemilik dirham juga bersukacita karena dirhamnya yang hilang ditemukan.

Sebagai rasa syukur atas sukacita ditemukannya domba atau dirham yang hilang itu, mereka mengundang para sahabat dan tetangganya untuk berkumpul dan berpesta. Biasanya ada makanan dan minuman.

Sukacita yang dibagikan itu membawa berkah. Sukacita itu bisa nyetrum atau menular. Bahkan bisa dirasakan oleh banyak pihak. Selain sukacita, semangat belaskasih juga ingin ditunjukkan Tuhan Yesus dalam perumpamaan tersebut. Belaskasih Bapa melahirkan sukacita bagi manusia.

Kita bersyukur karena Allah kita adalah Allah Bapa yang penuh belas kasih. Tuhan Yesus menegaskan bahwa yang bersukacita tidak hanya manusia, tetapi penghuni surga pun bersukacita karena ada orang yang bertobat.

Pertanyaan refleksinya, pengalaman kasih apa yang pernah Anda alami dalam hidup ini? Sukacita akan apa yang sedang Anda rasakan hari-hari ini terakhir ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan. Jangan lupa bahagia dan sukacita yaaa…# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Dosa Ƙetamakan

    Jumat, 10 Maret 2023Bacaan Injil: Mat 21:33-43.45-46 Saudari/a ku ytk.,Barangkali Anda pernah mendengar berita bahwa ada seseorang yang tega membunuh saudara-saudarinya agar mendapatkan jatah warisan yang lebih banyak. Ia tidak mau hanya mendapat bagian warisan yang cuma sedikit. Demi ambisinya untuk tamak atau serakah, dia menghalalkan segala cara, termasuk membunuh saudara kandungnya sendiri. Misalnya, saudaranya…

  • Bertanggungjawab

    Percik Firman : BertanggungjawabRabu, 21 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:39-48 “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” (Luk 12:43) Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita untuk bisa bertanggungjawab dan diandalkan. Tuhan Yesus bersabda, “Berbahagialah hamba, yang didapati tuannya melakukan tugasnya itu, ketika tuannya itu datang.” Salah satu…

  • Belajar Mengampuni

    Percik Firman: Belajar MengampuniMinggu Biasa XXIV, 13 September 2020Bacaan Injil: Mat 18:21-35 ”Bukankah engkaupun harus mengasihani kawanmu seperti aku telah mengasihani engkau?” (Mat 18:33) Saudari/a ku ytk.,Untuk proses perjalanan formatio seseorang menjadi imam, tidak bisa dilepaskan dari peranan dan dukungan banyak pihak, seperti keluarga, pastor paroki, dewan paroki, umat, para staf, guru, karyawan maupun donatur….

  • Aib atau Sukacita?

    Percik Firman: Aib atau Sukacita?Jumat, 25 Maret 2022Hari Raya Kabar SukacitaBacaan Injil: Luk. 1:26-38 Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Kabar Sukacita. Dasar biblis Hari Raya ini adalah kunjungan Malaikat Gabriel kepada Bunda Maria (bdk. Luk 1:26-38). Hari raya ini dirayakan oleh Gereja Katolik pada tanggal 25 Maret, tepat sembilan bulan sebelum kelahiran…

  • Bijak dalam Bertindak

    Percik Firman: Bijak dalam BertindakRabu, 22 April 2020Bacaan Injil : Yoh 3:16-21 “Allah mengutus Anak-Nya ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkannya oleh Dia” ( Yoh 3:17) Saudari/a ku ytk.,Hidup kita sehari-hari diwarnai aneka pilihan, dari hal yang sederhana sampai yang serius. Kita bisa memilih baju mana yang mau dipakai hari ini,…

  • Mempersilakan Tuhan

    Kamis, 8 Desember 2022HR St Maria Dikandung Tanpa NodaBacaan Injil: Luk 1:26-38 Sdri/a ku ytk.,Pada hari ini tanggal 8 Desember, Gereja merayakan Hari Raya St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda (Maria Immaculata). Ajaran Gereja tentang St. Perawan Maria Dikandung Tanpa Noda ini disampaikan oleh Paus Pius IX pada tahun 1854. Mengapa? Karena beliau melihat kelesuan…