Yudas bin Simon Iskariot

Yudas bin Simon Iskariot

Bacaan: Yoh. 13:21-38

Yudas dalam Injil Yohanes ditampilkan sebagai murid yang dipercaya Yesus (dalam pengelolaan keuangan), tetapi sekaligus sebagai pengkhianat.

Maka, Yesus yang mengerti hati Yudas, memandang Yudas dengan pandangan belas kasih. Ketika Yesus membuka perkataan bahwa ada yang akan mengkhianati Dia, dalam kacamata belas kasih, itu adalah peringatan yang masih memberi kesempatan bagi Yudas. Yesus tahu apa yang akan terjadi, namun Dia tetap menghargai kehendak bebas orang lain.

Bahkan, Yesus memberi roti yang telah dicelupkan anggur kepada Yudas, sebagai orang yang pertama. Ini sebuah kesempatan lain lagi yang begitu nyata. Yesus memandang dengan belas kasih. Namun digambarkan dalam Injil, “Dan sesudah Yudas menerima roti itu, ia kerasukan Iblis.” (Yoh.13:27).

Justru setelah itu, Yudas kerasukan Iblis. Sebuah penggambaran kondisi yang sama sekali menolak Yesus. Kehendak bebas Yudas sudah terkunci mungkin oleh kekecewaan yang menumpuk. Kerasukan iblis bisa dimengerti sebagai sikap yang keras menolak Yesus. Akhirnya, Yesus pun merelakan Yudas dengan rencananya. Melalui pilihan gelap itu, jalan keselamatan tetap akan dinyatakan.

Dosa tidak menghalangi rencana Allah. Kuasa kasih Allah tetap melampaui kedosaan manusia. Bukankah tiada apa pun di dunia ini yang mampu menghalangi kadih Allah bagi manusia?

Yudas sudah pergi. Namun iblis tetap bersamanya. Mungkin juga iblis masih berkeliaran di hari ini, mencari yang lain untuk dijadikan korbannya.

Kepada Petrus, Yesus pernah berkata keras, “Enyahlah engkau iblis! ” (Mt.16:23). Sebab Petrus dianggap sebagai baru sandungan dengan menolak Mesias yang harus menderita. Namun, kini pada Yudas, kata-kata Yesus yang keras itu tidak muncul. Mungkin itu sudah tidak ada gunanya bagi Yudas. Kehendak hatinya sudah keras.

Yudas bin Simon Iskariot bukanlah Simon Petrus. Jalan pilihannya yang menolakNya pun dipakai sebagai jalanNya. Kalau pilihan kira dipakai oleh Tuhan, itu bukan berarti Tuhan membenarkan pilihan kita. Sebab, Tuhan memakainya untuk memberi pelajaran bagi kita dan yang lain. Konsekuensi pilihan kita tetaplah ada di pundak kita.

Yesus tetap memikul salib karena dan demi dosa kita. Namun kita, orang berdosa harus memikul salib karena dosa kita sendiri.

Semoga kita bisa menyatukan salib kita pada Salib Kristus yang menyelamatkan. Uluran tangan Tuhan tetap menunggu sambutan uluran tangan kita, si pendosa.

“Tuhan, beranikanlah kami menanggapi uluran tangan kasihMu. Amin.”

Rm. Markus Yumartana, SJ. 15.4.2025

Similar Posts

  • Kepedulian dan Kreativitas

    Percik Firman : Kepedulian dan KreativitasJumat, 12 Januari 2024Bacaan Injil: Mrk 2:1-12 “Mereka tidak dapat membawa orang lumpuh kepada Yesus karena orang banyak itu, lalu mereka membuka atap yang di atas-Nya”(Mrk 2:4) Saudari/a ku ytk.,Sakit lumpuh dapat dialami siapa pun, baik anak kecil, orang muda maupun orang tua. Kelumpuhan adalah kondisi ketika satu atau beberapa…

  • Menjadi Viral

    Percik Firman : Menjadi ViralRabu, 13 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 1:29-39 “Waktu menemukan Dia, mereka berkata: ‘Semua orang mencari Engkau” (Mrk 1:37) Saudari/a ku ytk.,Sesuatu yang menarik perhatian banyak orang akan ‘viral’ dengan cepat. Dalam hitungan detik berita itu akan cepat menyebar dan diterima banyak orang di berbagai penjuru tempat. Apalagi sekarang dengan kecanggihan dan…

  • Masalah Mencair dalam Doa yang Tekun

    Percik Firman : Masalah Mencair dalam Doa yang TekunRabu, 7 Oktober 2020PW Santa Perawan Maria Ratu RosarioBacaan Injil : Lukas 11:1-4 “Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid-muridnya” (Luk 11:1) Saudari/a ku ytk.,Ada seorang katekumen yang sudah tua. Ia bersemangat mengimani Yesus sebagai Juru Selamat. Dengan tekun ia ikut pelajaran calon…

  • Wasiat Iman

    Percik Firman: Wasiat ImanJumat, 16 April 2021Bacaan Injil : Yoh 6:1-15 Saudari/a ku ytk.,Merenungkan bacaan Injil tentang mukjizat 5 roti dan 2 ikan hari ini saya teringat akan dosen saya dari Belanda. Namanya Rama Tom Jacobs SJ. Beliau wafat pada 5 April 2008. Sebelum wafat, beliau meninggalkan wasiat iman untuk kita umat Katolik. Sangat bagus…

  • Makna Pelayanan

    Percik Firman : Makna PelayananRabu, 28 Feb 2024Bacaan Injil: Mat. 20:17-28 “Sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani” (Mat 20:28). Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini mengingatkan kita akan makna pelayanan yang sejati. Pelayanan butuh pengorbanan. Yesus datang ke dunia untuk melayani, bahkan mengorbankan nyawa-Nya demi keselamatan manusia. Bacaan Injil hari…