Nyala Api Kasih Tuhan

Percik Firman: Nyala Api Kasih Tuhan
Minggu Paskah VII, 24 Mei 2020
Hari Minggu Komsos Sedunia
Novena Roh Kudus Hari ke-3
Bacaan : Kis 1:12-14; 1Ptr 413Yoh 17:1-11a

“Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita” (Yoh 17:11)

Sdri/a yang terkasih,
Pada hari ini kita merayakan Ekaristi Minggu Paskah VII sekaligus Minggu Komunikasi Sosial Sedunia ke-54 pada tahun 2020. Paus Fransiskus mengajak kita untuk merenungkan tema ”Hidup Menjadi Cerita” (Supaya Engkau Dapat Menceritakan kepada Anak Cucumu – Kel 10:2).

Hari ini kita juga memasuki Novena Roh Kudus hari ke-3. Minggu depan kita akan merayakan Hari Raya Pentakosta, yaitu memperingati turunnya Roh Kudus, sekaligus kelahiran Gereja. Bersama Bunda Maria, sebagaimana para rasul, marilah kita memohon terang Roh Kudus agar menuntun dan membimbing hidup kita di tengah wabah Covid-19 saat ini.

Apakah Saudari/a pernah mendengar dan mengenal Kelompok Doa Senakel atau Gerakan Imam Maria? Kata “senakel” berasal dari bahasa Latin “cenaculum”, yang berarti ruang makan di loteng atau ruang atas. Doa Senakel adalah bentuk doa yang mengenangkan peristiwa sewaktu para murid berkumpul di ruang atas di Yerusalem bersama Bunda Maria. Setelah Yesus naik ke surga, para murid sehati dan sejiwa berdoa bersama-sama untuk menantikan Roh Kudus, sebagaimana diceritakan dalam bacaan I hari ini (Kis 1:12-14).

Perkumpulan doa ini disebut Doa Senakel karena dijiwai oleh semangat dan nilai-nilai utama dari Senakel Yerusalem dahulu, di mana para murid bersama Bunda Maria berdoa bersama-sama sehati dan sejiwa menantikan turunnya Roh Kudus pada Hari Pentakosta. Dengan doa Senakel, umat berkumpul untuk mendoakan para imam dan calon imam/seminaris, memohon panggilan, mendoakan persatuan Gereja, Paroki dan Keuskupannya, mendoakan Sri Paus, para Uskup, dan umat sendiri.

Bacaan Injil hari ini adalah bagian dari doa imami Yesus (17:1-26) yang diucapkan-Nya pada Malam Perjamuan Terakhir. Doa Yesus ini diperuntukkan bagi para murid di masa datang, termasuk kita sekalian. Tema-tema kunci dari doa adalah: kesatuan, kemuliaan, dan kasih, yang masing-maisng ditempatkan pada dua level: Level pertama adalah antara Yesus dan Bapa (ilahi), level kedua adalah dikomunikasikannya hubungan Yesus-Bapa itu kepada manusia. Kesatuan-kemuliaan-dan kasih ilahi tersebut diberikan kepada manusia sebagai sebuah karunia. Jika ini terjadi maka diharapkan dunia percaya.
Kita bersyukur karena kita adalah milik Allah Bapa, kita menika kagungan Dalem Gusti. Maka, tadi Yesus berdoa demikian, “Ya Bapa yang kudus, peliharalah mereka dalam nama-Mu, yaitu nama-Mu yang telah Engkau berikan kepada-Ku, supaya mereka menjadi satu sama seperti Kita”

Salah satu pemeliharaan Tuhan kepada kita adalah dengan mengutus Roh Kudus-Nya. Hari-hari ini kita sedang berdoa Novena Roh Kudus selama 9 hari. Kita minta sapta (7) karunia Roh Kudus untuk hidup kita, yaitu: Roh Hikmat, Roh Pengertian, Roh Nasihat, Roh Keperkasaan, Roh Pengenalan akan Allah, Roh Kesalehan, dan Roh Takut akan Allah.

Lalu Roh Kudus itu bentuknya bagaimana? Dalam Kitab Suci, salah satu lambang Roh Kudus adalah api atau geni. Api bisa membuat terang. Yang tadinya gelap menjadi terang. Yang tadinya dingin menjadi hangat. Api bisa membuat kayu bernyala. Setelah diberi daya api Roh Kudus, para rasul bersemangat dalam mewartakan kasih Kristus.

Mereka berani berkorban, wani nggetih, wani toh pati demi menjadi saksi Kristus. Kita juga dipanggil menjadi api nyala kasih Tuhan yang bisa menerangi dan menghangatkan sesama kita. Kita semua dipuntimbali dados mawaning katresnan Dalem dhateng sesami.

Bagaimana caranya menjadi nyala api kasih Tuhan itu? Pada Minggu Komunikasi Sosial Sedunia ke-54 pada hari ini, Paus Fransiskus mengajak kita untuk merenungkan tema ”Hidup Menjadi Cerita”. Bapa Suci mengkhususkan pesan tahun ini pada tema “Cerita”, karena Bapa Suci meyakini, supaya tidak tersesat, kita perlu menghirup kebenaran dari cerita-cerita yang baik: cerita yang membangun, bukan yang menghancurkan; cerita yang membantu untuk menemukan kembali akar dan kekuatan untuk bergerak maju bersama.

Manusia adalah makhluk pencerita karena kita adalah makhluk yang berkembang, yang menemukan siapa diri kita dan diperkaya oleh berbagai jalan cerita dalam hari-hari hidup kita. Kita diajak Bapa Suci untuk tidak hanya menenun pakaian, tetapi juga menenun cerita: sesungguhnya, kemampuan manusiawi untuk “menenun” (Latin: texere) tidak hanya mengacu pada kata “tekstil”, tetapi juga “teks”. Dengan membenamkan diri kita dalam cerita-cerita tersebut, kita dapat menemukan kembali motivasi-motivasi heroik untuk menghadapi berbagai tantangan dalam hidup.

Sebuah cerita yang baik mampu melampaui batas-batas ruang dan waktu. Cerita-cerita itu tetap aktual berabad-abad lamanya karena memberikan asupan dalam kehidupan. Pada era di mana pemalsuan menjadi semakin canggih, kita membutuhkan kebijaksanaan untuk menerima dan menciptakan cerita-cerita yang indah, benar dan baik.

Kita membutuhkan keberanian untuk menolak cerita yang palsu dan jahat. Kita membutuhkan kesabaran dan penegasan rohani untuk menemukan kembali cerita-cerita yang membantu kita untuk tidak kehilangan benang di antara banyaknya permasalahan sekarang ini.

Kitab Suci adalah cerita cinta yang luar biasa antara Allah dan umat manusia. Di tengahnya adalah Yesus: kisah-Nya membawa penggenapan Kasih Allah bagi manusia dan pada saat yang sama juga merupakan kisah cinta umat manusia kepada Allah. Berkat karya Roh Kudus, setiap cerita, bahkan cerita yang paling terlupakan, juga cerita yang tampaknya ditulis pada garis yang paling bengkok sekalipun, dapat menjadi inspirasi dan dapat dilahirkan kembali seperti sebuah karya agung.

Kita percaya, berkat daya Roh Kudus, Allah mampu menuliskan kisah kasih dalam garis bengkok hidup masa lalu kita. Meskipun kita tidak sempurna, banyak kelemahan dan keterbatasan, Allah seringkali memilih dan memakai kita untuk sebuah tanggung jawab dan pekerjaan yang penting.

Maka, marilah kita mohon keterbukaan dan kesiapsediaan diri untuk dibentuk Tuhan untuk karya-karya-Nya pada zaman sekarang ini. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Perjumpaan yang Mengubah Hidup

    Percik Firman : Perjumpaan yang Mengubah HidupSenin, 7 Februari 2022Bacaan Injil: Mrk. 6: 53-56 Saudari/a ku ytk.,Setiap perjumpaan dengan Tuhan bisa membawa perubahan hidup manusia, baik secara lahir maupun batin. Perjumpaan dengan Yesus yang sungguh-sungguh terjadi dalam iman. Ekaristi adalah wujud nyata perjumpaan kita dengan Yesus. Bahkan kita bisa menyentuh dan bersatu dengan Kristus lewat…

  • Nostalgia di Tempat “Istimewa”

    Percik Firman: Nostalgia di Tempat “Istimewa”Jumat, 17 April 2020Bacaan: Yoh 21: 1-14 “Yesus menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias’” (Yoh 21:1) Saudari/a ku ytk.,Saat liburan akhir tahun orang biasanya mengadakan kegiatan reuni, baik dengan teman SMP, teman SMA, teman kuliah, kelompok misdinar, atau OMK. Suasananya diwarnai sukacita. Biasanya ada acara makan-makan, entah model…

  • Devosi kepada Bunda Maria Pengurai Simpul Masalah

    Pada saat itu Jorge Mario Bergoglio (kini: Paus Fransiskus) sedang studi di Jerman, ia terkagum-kagum akan sebuah lukisan bergaya Bavarian dengan judul “Maria Suci, Bunda Pengurai Simpul Ikatan”. Jorge Mario Bergoglio memperoleh salinan lukisan tersebut dan membawanya ke Argentina, kemudian mempromosikan devosi kepada Maria dengan gelar tersebut. Tak disangka, devosi ini mendapat tempat di hati…

  • Tetap Tangguh dan Berserah Diri

    Percik Firman: Tetap Tangguh dan Berserah DiriSelasa, 22 Desember 2020Bacaan Injil: Luk 1:46-56 “Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku” (Luk 1:46) Saudari/a ku ytk.,Setiap tanggal 22 Desember kita merayakan hari Ibu. Tanggal ini diresmikan oleh Presiden Soekarno di bawah Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 316 Tahun 1959 tanggal 16 Desember 1959, pada…

  • Pelaksana Firman Tuhan

    Percik Firman : Pelaksana Firman TuhanSelasa, 22 September 2020Bacaan Injil: Luk 8:19-21 “Ibu-Ku dan saudara-saudara-Ku ialah mereka, yang mendengarkan firman Allah dan melakukannya” (Luk 8:21) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda tidak diakui sebagai anggota keluarga? Bagaimana perasaannya saat diperlakukan demikian? Mungkin ada yang sakit hati, sedih, marah, mangkel, dsb. Dalam bacaan Injil hari ini, sepertinya ada…

  • Providentia Dei

    Percik Firman: Providentia DeiSabtu, 21 November 2020PW St. Perawan Maria Dipersembahkan di KenisahBacaan Injil : Lukas 20:27-40 “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk 20:38) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria Dipersembahkan di Kenisah. Gereja Katolik mengadakan peringatan hari ini untuk mengenangkan…