Kesiapsediaan untuk Mengasihi

Percik Firman: Kesiapsediaan untuk Mengasihi
Jumat, 29 Mei 2020
Novena Roh Kudus Hari ke-8
Bacaan Injil: Yoh 21:15-19

“Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: ‘Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? ” (Yoh 17:24)

Sdri/a yang terkasih,
Merenungkan bacaan Injil pada Novena Roh Kudus hari ke-8 hari ini, saya teringat akan sebuah lagu yang berjudul, “MELAYANI, MELAYANI LEBIH SUNGGUH”:

“Melayani, melayani lebih sungguh/ Melayani, melayani lebih sungguh/ Tuhan lebih dulu melayani kepadaku/ Melayani, melayani lebih sungguh.

Mengasihi, mengasihi lebih sungguh/ Mengasihi, mengasihi lebih sungguh/ Tuhan lebih dulu mengasihi kepadaku/ Mengasihi, mengasihi lebih sungguh.

Mengampuni, mengampuni lebih sungguh/ Mengampuni, mengampuni lebih sungguh/ Tuhan lebih dulu mengampuni kepadaku/ Mengampuni, mengampuni lebih sungguh”.

Melayani, mengasihi dan mengampuni adalah tiga hal yang penting dalam hidup beriman Kristiani. Tuhan Yesus menghendaki kita agar melakukan tiga hal tersebut. Dia sendiri sudah memberikan contoh kepada kita terlebih dahulu secara total dengan perkataan, tindakan dan hidupnya sendiri.

Dalam bacaan Injil hari ini, Tuhan Yesus menantang komitmen Simon Petrus dalam mengikuti-Nya. Sampai tiga kali Tuhan Yesus menyampaikan pertanyaan kepada Petrus. Tentu hal ini menunjukkan sesuatu yang sangat penting. Kata Yesus kepadanya untuk ketiga kalinya: “Simon, anak Yohanes, apakah engkau mengasihi Aku? ”

Untuk mengikuti Yesus dan menjalankan tugas perutusanNya, pertama-tama para murid dituntut untuk punya kesiapsediaan mengasihi-Nya. Bukan pertama-tama kemampuan yang luar biasa, bukan kehebatan, bukan pula prestasi. Tetapi sekali lagi disponibilitas atau kesiap sediaan untuk mengasihiNya. Untuk bisa melayani, dibutuhkan kasih yang tulus. Untuk bisa mengampuni, juga dibutuhkan kasih yang tulus.

Karena apa? Karena Allah Bapa kita adalah Allah yang penuh kasih. Allah adalah kasih. Deus caritas est. God is love. Hal ini ditegaskan oleh Paus Benediktus XVI. Pada tanggal 25 Desember 2005, Paus Benediktus XVI mengeluarkan ensikliknya yang pertama, yang berjudul “Allah adalah Kasih” (=Deus Caritas Est).

Paus ingin menempatkan semua yang ia pikirkan, lakukan, putuskan – seluruh karya penggembalaannya – dalam rangka mewartakan bahwa Allah adalah Kasih. Mengapa ini begitu penting? Ditegaskan Bapa Suci, “Dalam dunia, di mana nama Allah kadang-kadang dikaitkan dengan balas dendam atau bahkan kewajiban akan kebencian dan kekerasan, pesan ini amat aktual dan mengena”.

Keyakinan iman bahwa Allah adalah Kasih, merupakan buah dari kontemplasi Santo Yohanes yang dinyatakan dalam suratnya yang pertama : “Allah adalah kasih, dan barangsiapa tetap berada di dalam kasih, ia tetap berada di dalam Allah dan Allah di dalam dia” (1 Yoh 4:8.16). Allah inilah yang “lebih dahulu mengasihi kita”. Pengalaman akan kasih Allah itu menjadikan banyak orang sebagai pribadi-pribadi yang utuh, matang, dan kudus.

Pertanyaan refleksinya, Apakah Anda pernah merasakan pengalaman dikasihi Allah? Bersediakah Anda dilibatkan Tuhan dalam karya kasihNya di dunia dewasa ini?

Mohon doanya agar test masuk ke Seminari Menengah Mertoyudan gelombang ke-2 tanggal 28-30 Mei 2020 ini berjalan dengan baik dan lancar. Test dilakukan secara online, baik test potensi akademik maupun test wawancara. Ini pertama kali dalam sejarah Seminari. Karena adanya wabah virus Covid-19, terobosan baru dilakukan untuk menjaring para calon imam.

Formasi panggilan menjadi imam harus tetap berjalan terus. Covid-19 jangan sampai menghalangi tumbuhnya benih-benih panggilan dalam Gereja. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Tersungkur atau Bersyukur?

    Percik Firman: Tersungkur atau Bersyukur?Kamis, 18 Januari 2024Hari ke-1 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat KristianiBacaan Injil: Mrk 3: 7-12 “Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ‘Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11) Saudari/a ku ytk.,Kalau mau jujur, sebagian besar orang ingin populer, dipuji, dinilai penting dan dikagumi. Ya, setiap orang punya…

  • Menemukan Pengalaman “Galilea”

    Percik Firman: Menemukan Pengalaman “Galilea”Senin, 5 April 2021Bacaan Injil: Mat 28:8-15 Saudari/a ku ytk.,Bacaan Injil pada Senin Oktaf Paskah hari ini mengisahkan kebangkitan Yesus. Yesus menampakkan diri kepada para perempuan (Maria Magdalena, dkk). Mereka menjadi saksi kebangkitan yang pertama. Yesus memberikan kepercayaan dan tangggung jawab yang penting dan besar kepada para perempuan. Yesus meminta agar…

  • Providentia Dei

    Percik Firman: Providentia DeiSabtu, 21 November 2020PW St. Perawan Maria Dipersembahkan di KenisahBacaan Injil : Lukas 20:27-40 “Ia bukan Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup, sebab di hadapan Dia semua orang hidup” (Luk 20:38) Saudari/a ku ytk.,Hari ini Gereja memperingati Santa Perawan Maria Dipersembahkan di Kenisah. Gereja Katolik mengadakan peringatan hari ini untuk mengenangkan…

  • Menyingkir

    Percik Firman : MenyingkirSenin, 4 Januari 2021Bacaan Injil: Mat 4:12-17.23-25 “Waktu Yesus mendengar, bahwa Yohanes telah ditangkap, menyingkirlah Ia ke Galilea” Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda menyingkir pindah ke tempat lain? Ada orang yang menyingkir dari obrolan teman-temannya karena mereka suka bergosip dan menjelek-jelekkan orang lain. Ada orang yang menyingkir pindah tempat tinggal karena status Gunung…

  • Panggilan yang Mengubah

    Percik Firman : Panggilan yang MengubahJumat, 28 Agustus 2020PW Santo Agustinus, Uskup dan Pujangga GerejaBacaan Injil: Mat 25:1-13 “Berjaga-jagalah, sebab kamu tidak tahu akan hari maupun akan saatnya” (Mat 25:13) Saudari/a ku ytk.,Seminggu yang lalu ada audensi Rama Provinsial SJ dengan keluarga besar Seminari Menengah Mertoyudan. Salah satu poin yang disampaikan Romo Benedictus Hari Juliawan…

  • Buah Perjuangan

    Percik Firman : Buah PerjuanganJumat, 22 Mei 2020.Novena Roh Kudus hari ke-1Bacaan Injil: Yoh 16:20-23a “Seorang perempuan berdukacita pada saat ia melahirkan, tetapi sesudah ia melahirkan anaknya, ia tidak ingat lagi penderitaannya” (Yoh 16:21) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada Novena Roh Kudus hari pertama, saya teringat akan nasihat dan kearifan hidup dari nenek moyang…