Menyalakan Api Kasih Tuhan

Percik Firman: Menyalakan Api Kasih Tuhan
Kamis, 22 Oktober 2020
Bacaan : Lukas 12:49-53

“Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” (Luk 12:49)

Saudari/a ku ytk.,
Kalau Anda pergi di titik nol kota Roma, Anda akan melihat Monumen Nasional Italia. Monumen itu berada di Piazza Venezia, Roma. Di sana ada “The Altare della Patria” (Altar Tanah Air/Ibu Pertiwi). Orang juga sering menyebut “Monumento Nazionale Vittorio Emanuelle II”.

Monumen ini dipersembahkan untuk menghormati Raja Victor Emmanuel II yang dinobatkan sebagai Bapak Pendiri Bangsa Italia. Dia berhasil menyatukan Negara Italia pada tahun 1861.

Bangunan ini memiliki anak-anak tangga yang cukup tinggi. Ada juga kolam Corintus dengan air mancurnya, patung berkuda Victor Emmanuel, dan dua patung dewi Victoria. Panjang bangunan ini sekitar 135 meter dan lebar 70 meter dengan total luas 17.000 meter2. Monumen ini seperti istana.

Yang menarik, di Altar Ibu Pertiwi itu ada dua tungku dengan kobaran api yang menyala-nyala. Api itu terus menyala sepanjang hari, baik siang maupun malam. Orang Italia menyebut sebagai api abadi. Hal ini untuk memperingati para pahlawan dan tentara tanpa nama yang meninggal selama perang kemerdekaan. Dan api abadi ini biasanya dijaga dua tentara.

Bacaan Injil hari ini juga berbicara mengenai api. Tuhan Yesus menegaskan, “Aku datang untuk melemparkan api ke bumi dan betapakah Aku harapkan, api itu telah menyala!” Apa maksud dari sabda Tuhan Yesus itu?

Dalam Kitab Suci, ‘api’ sering digunakan untuk menggambarkan api kasih Allah terhadap manusia. Api kasih Ilahi inilah yang dibicarakan Tuhan Yesus, sesuai juga dengan pernyataan kasih Allah ini. Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal.

Api kasih Ilahi inilah yang juga menyebabkan Tuhan Yesus menyerahkan nyawa-Nya di atas kayu salib di Golgota bagi keselamatan kita para pendosa.

Dalam Injil hari ini, Yesus menyatakan keinginan-Nya yang besar untuk menyerahkan nyawa-Nya karena kasih-Nya kepada kita. Yesus menyebut kematian-Nya sebagai baptisan, sebab Ia mengetahui bahwa Ia akan bangkit dari kematian-Nya dengan mulia.

Dalam pembaptisan kita ‘ditenggelamkan’ di dalam kematian Kristus, di mana kita ‘mati’ terhadap dosa dan dilahirkan kembali di dalam kehidupan ilahi bersama Yesus.

Di dalam kehidupan yang baru ini, kita sebagai murid Kristus harus juga hidup dalam api Roh Kudus, seperti para rasul Yesus. Api Roh Kudus inilah yang merupakan pemenuhan janji Kristus atas para rasul. Dan api Roh Kudus inilah yang harus mendorong kita sebagai murid Kristus untuk mengasihi sesama seperti Kristus mengasihi kita.

Dengan kobaran api kasih Ilahi itu, semoga kehadiran kita bisa menghangatkan, menerangi dan membawa berkat bagi sesama dan sanak-saudara kita.

Pertanyaan refleksinya, Bagaimana cara Anda untuk menghangatkan, menerangi dan membawa api kasih ilahi bagi keluarga dan sesama dalam hidup sehari-hari di tengah pandemi Covid-19 ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

#Y. Gunawan, Pr.

Similar Posts

  • Makna Puasa dan Pantang

    Percik Firman : Makna Puasa dan PantangJumat Pertama, 7 Maret 2025Bacaan Injil : Mat 9:14-15 “Waktunya akan datang mempelai itu diambil dari mereka dan pada waktu itulah mereka akan berpuasa” (Mat 9:15) Saudari/a ku ytk.,Dalam masyarakat Yahudi zaman Yesus, ada tiga olah kesalehan yang diwariskan turun temurun yakni berdoa, berderma dan berpuasa. Dalam bacaan Injil…

  • Kepekaan Hati

    Percik Firman : Kepekaan HatiSelasa, 20 April 2021Bacaan Injil: Yoh 6:30-35 “Tanda apakah yang Engkau perbuat, supaya dapat kami melihatnya dan percaya kepada-Mu?” (Yoh 6:30) Saudari/a ku ytk.,Pernahkah Anda meminta tanda bahwa Tuhan mengasihimu? Pernahkah Anda akhirnya kecewa dan marah pada Tuhan karena Dia tidak segera memenuhi keinginanmu? Let Go and Let God. Bukalah hatimu,…

  • Bertobat sebelum kiamat

    Percik Firman: Bertobat sebelum kiamatKamis, 25 Januari 2024Pesta Bertobatnya Santo PaulusBacaan Injil : Mrk 16:15-18 “Pergilah ke seluruh dunia, beritakanlah Injil kepada segala makhluk” (Mrk 16:15) Saudari/a ku ytk.,Saya terkesan dengan sharing pertobatan dari salah seorang umat. Beliau pernah masuk ke dunia preman. Hal ini didorong keinginannya untuk membalas dendam kepada orang yang pernah mencoba…

  • Satriyaning Buwana: Akrab dengan Persoalan-Persoalan Dunia

    Dalam menggambarkan dan merangkum perjalanan formasinya di Seminari, teman-teman seminaris angkatan 105 (2016/2017) menentukan nama “Satriyaning Buwana”. Memperhatikan sebutan tersebut sambil membayangkan kebersamaan keseharian dengan mereka di Seminari, antara lain  muncul diri mereka sebagai anak-anak jaman; datang dari dunia dan lingkungannya; mengikuti dan menindaklanjuti apa yang dirasakan dan diyakini sebagai panggilan. Teman-teman adalah anak muda…

  • Memberikan Kelegaan

    Percik Firman: Memberikan KelegaanJumat, 19 Juni 2020HR Hati Yesus Yang MahakudusBacaan Injil: Mat 11:25-30 “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Mat 11:28) Saudari/a ku ytk.,Merenungkan sabda Tuhan pada Hari Raya Hati Yesus Yang Mahakudus hari ini, saya teringat akan sosok Romo Gregorius Utomo Pr (1929-2020). Siapa yang…

  • Maria, Marta dan Lazarus

    Maria, Marta dan Lazarus (Yoh. 11:19-27) O tiga pribadi mulia dari Bethania, dari mereka ketika berkaca, dari mereka kita merasa, tiga pengalaman di perjalanan hidup kita. O hidup dalam pengalaman dicinta, ketika Tuhan bersabda dan hati terpaku terpana di bawah lutut kudusNya. SabdaNya terasa manis, ingin jiwa ini terus mengecap sedalamnya. Maria telah memilih yang…