Janji Tuhan Selalu Ditepati

Percik Firman: Janji Tuhan Selalu Ditepati
Rabu, 23 Desember 2020
Bacaan Injil: Luk 1:57-66

“Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu Zakharia berkata-kata dan memuji Allah” (Luk 1:64)

Saudari/a ku ytk.,
Janji Tuhan selalu ditepati. Ia tak pernah ingkar janji. Dalam bacaan Injil hari ini, Zakharia terbuka mulutnya selesai memberi nama anaknya, Yohanes. Hal ini selaras dengan janji Tuhan kepada Zakharia saat mendapat pewahyuan bahwa isterinya akan hamil.

Merenungkan pengalaman iman keluarga Zakharia dan Elisabeth, saya teringatkan akan sebuah lagu yang berjudul “Jangan Pernah Menyerah”. Demikian syairnya:

“Tuhan tak pernah janji langit selalu biru/
tetapi Dia berjanji selalu menyertai
Tuhan tak pernah janji jalan selalu rata/
tetapi Dia berjanji berikan kekuatan.

Jangan pernah menyerah/ jangan berputus asa
Mukjizat Tuhan ada/saat hati menyembah
Jangan pernah menyerah/jangan berputus asa
Mukjizat Tuhan ada/bagi yang setia dan percaya.”

Zakharia bersukacita dan memuji Tuhan. Dikisahkan oleh Santo Lukas dalam injilnya, “Dan seketika itu juga terbukalah mulutnya dan terlepaslah lidahnya, lalu Zakharia berkata-kata dan memuji Allah”.

Zakharia memuji bukan sekedar karena mendapatkan anak di masa tua, tapi karena ia tahu bahwa Tuhan menepati janji-Nya. Kalau mau jujur, kita tentu juga akan bergembira kala mendapatkan pemenuhan janji, bukan?

Keluarga Zakaria dan Elizabet, yang sudah lanjut usia, menjadi contoh bagaimana menjalani pergulatan hidup ini. Melalui mereka, kita disadarkan bahwa tidak ada yang mustahil bagi Tuhan. Mereka yang sudah lanjut usia pun dianugerahi anak.

Anak itu diberi nama Yohanes (bahasa Yunani Ιωάννης – Ioannes), yang artinya “Tuhan merahimi”. Artinya, bukan sekedar Tuhan mengisi rahim Elisabet yang mandul (gabuk) dan sudah uzur, tetapi Tuhan memberikan kerahiman-Nya kepada umat manusia. Ia berbelaskasih. Tuhan maha pengasih.

Pertanyaan refleksinya, apakah Anda bersukacita dengan hidup Anda saat ini? Apa kebanggaan Anda dengan keluarga Anda? Kado apa yang akan Anda persembahkan untuk Yesus Sang Timur?

Selamat menyongsong kelahiran Sang Juruselamat. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Kita Butuh Orang Lain

    Minggu, 1 Januari 2023HR Santa Maria Bunda AllahBacaan Injil: Luk 2:16-21 Saudari/a ku ytk.,Pada hari ini kita merayakan Hari Raya Santa Maria Bunda Allah (Mater Dei). Sekaligus hari ini kita memperingati hari Perdamaian Sedunia ke-56. Dalam pesan Hari Perdamaian Sedunia ke-56, Paus Fransiskus mengungkapkan bahwa Covid-19 menenggelamkan kita ke dalam malam yang kelam. Covid-19 menggoyahkan…

  • Deus Caritas Est

    Percik Firman: Deus Caritas EstSabtu, 24 Feb 2024Bacaan Injil: Mat 5:43-48 “Kasihilah musuh-musuhmu dan berdoalah bagi mereka yang menganiaya kalian” (Mat 5:44) Saudari/a ku ytk.,Apakah Anda pernah mendengar ungkapan “Deus Caritas Est”? Deus Caritas Est berarti Allah adalah kasih. Allah yang kita imani adalah Allah yang penuh kasih, bukan membalas dendam dan penghukum yang kejam….

  • Setia Menunggu

    Percik Firman : Setia MenungguSelasa, 20 Oktober 2020Bacaan Injil : Lukas 12:35-38“Hendaklah kamu sama seperti orang-orang yang menanti-nantikan tuannya yang pulang dari perkawinan” (Luk 12:36) Saudari/a ku ytk.,Dalam hidup kita sehari-hari kadang kala diwarnai kegiatan menunggu atau menanti. Di tengah pandemi Covid-19 saat ini, misalnya, saat menjalani rapid test, seseorang menunggu hasilnya dengan harap-harap cemas….

  • Allah Memberi Tanda

    Allah Memberi Tanda Baca: Kej. 4:1-15; Mrk. 8:11-13 Dalam Kisah Kain yang membunuh Abil, adiknya, Allah telah mengingatkan akan godaan setan yang mengincar Kain untuk melakukan kejahatan. Dan setelah Kain toh akhirnya membunuh saudaranya, Allah memberi tanda (Ibr. “semeion”) pada Kain agar ia tidak mati dibunuh juga. Betapa dahsyatnya akibat dosa iri hati karena tiadanya…

  • Ketangguhan dalam Menghadapi Persoalan Hidup

    Sdri/a ku ytk.,Percik Firman hari ini bertemakan “Ketangguhan dalam Menghadapi Persoalan Hidup”. Kita belajar dari ketangguhan Nabi Nuh yang tegar dan setia mengalami “karantina” atau “lockdown” di dalam bahtera selama air bah. Nabi Nuh taat pada perintah demi keselamatan dirinya dan keluarga. Karena ketaatannya ini, dia dan keluarganya selamat. Demikian juga Musa menjadi teladan kita…

  • Memohon Belaskasih Tuhan

    Percik Firman: Memohon Belaskasih TuhanJumat Pertama, 4 Desember 2020Bacaan Injil: Mat 9: 27-31 ”Dua orang buta mengikuti Yesus sambil berseru-seru dan berkata: Kasihanilah kami, hai Anak Daud” (Mat 9:27) Sdri/a ku ytk.,Hari ini hari Jumat Pertama yang terakhir di tahun 2020 ini. Setiap hari Jumat kita diajak untuk berdevosi pada Hati Kudus Yesus. Devosi ini…