Belaskasih dan Peduli di Tengah Pandemi

Percik Firman : Belaskasih dan Peduli di Tengah Pandemi
Selasa, 6 Juli 2021
Bacaan Injil: Mat. 9: 32-38

“Melihat orang banyak itu, tergeraklah hati Yesus oleh belas kasihan kepada mereka” (Mat 9:36)

Saudari/a ku ytk.,
Pesan utama sabda Tuhan hari ini mengajak kita untuk memancarkan belaskasih dan kepedulian kepada sesama. Tuhan Yesus sudah memberikan contoh dan teladan nyata. Dia berbelaskasih kepada orang yang bisu, lalu menyembuhkannya dan mengusir setan yang menguasai diri orang bisu itu. Yesus juga mengajar dan mewartakan kabar gembira – kabar pengharapan kepada banyak orang yang dijumpai-Nya.

Situasi pandemi Covid-19 saat ini menggerakan banyak orang, baik secara pribadi maupun kelompok, untuk berbelaskasih dan peduli pada sesamanya. Ada program nyata “Jogo Tonggo” (Mari bersama saling menjaga). Antar warga peduli dalam bidang Kesehatan, ekonomi, hiburan, sosial dan keamanan bagi tetangga yang terpapar Covid dan isolasi mandiri.

Hal yang sama juga kami alami di Seminari Mertoyudan. Ada karya Roh Kudus yang luar biasa. Dengan gerakan peduli kesehatan dan peduli seminari, kami para staf mengajak umat untuk membeli masker. Ternyata umat tidak hanya beli masker, tetapi juga berdonasi. Ada juga yang hanya berdonasi.

Bahkan, ada satu keluarga tidak beli masker, tetapi bersedia membiaya 7 seminaris. “Rama Gunawan, ibu transfer untuk 7 seminaris nggih kebetulan ibu punya 7 cucu hehehe…”
Lebih lengkapnya Klik di :

https://www.youtube.com/watch?v=kn2XYQGd1Zg.

Pertanyaan refleksinya, apa yang sudah dan akan Anda lakukan untuk memancarkan wajah Allah yang berbelaskasih dan peduli di tengah pandemi Covid-19 saat ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Merto Spiritual Rest Area). # Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Wani Gupak Lemah

    Percik Firman : Wani Gupak LemahSenin, 28 Juni 2021PW St. Ireneus, Uskup dan MartirBacaan Injil : Mat 8:18-22 Saudari/a ku ytk.,Dalam kesempatan liburan musim panas, kami berkesempatan pergi ke Perancis. Di sana kami berziarah ke desa Ars, makam Santo Yohanes Maria Vianey. Kemudian berlanjut menikmati persaudaraan ekumene di komunitas Taize di Perancis Selatan. Pada hari…

  • Mendengarkan dengan Hati

    Percik Firman: Mendengarkan dengan HatiRabu, 24 Januari 2024PW St. Fransiskus de Sales (Uskup dan Pujangga Gereja)Pekan Doa Sedunia hari ke-7Bacaan Injil : Mrk 4:1-20 “Siapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!” (Mrk 4:9) Saudari/a ku ytk.,Mendengarkan adalah kemampuan yang penting dalam menumbuhkan kebijaksanaan dalam hidup sehari-hari. Orang yang bijaksana biasanya mempunyai kemampuan mendengarkan yang…

  • Kasih di Balik Salib

    Percik Firman : Ada Kasih di Balik SalibSenin, 12 Juli 2021Bacaan Injil: Mat. 10:34-11:1 “Barangsiapa tidak memikul salibnya dan mengikut Aku, ia tidak layak bagi-Ku” (Mat. 10:38) Saudari/a ku ytk.,Sabda Tuhan hari ini berbicara tentang semangat kemuridan. Yesus Sang Guru memberikan tuntutan kepada para murid-Nya. Diungkapan dengan tegas oleh Tuhan Yesus dalam bacaan Injil hari…

  • Bagaimana memaknai tahta, harta, dan cinta?

    Pada pesta Tahta Santo Petrus hari ini, kita diingatkan bahwa Santo Petrus pernah gagal memahami Yesus dan ajaran-Nya. Dia punya kerapuhan. Dia pernah menyangkal Yesus sampai 3 kali. Tetapi dia berusaha bangkit, menyesalinya dan bertobat. Dia akhirnya diberi kepercayaan menjadi Paus pertama, pemimpin tertinggi Gereja Katolik. Lalu, bagaimana memaknai tahta, harta, dan cinta?

  • Menjadi Saksi ”RSJ”

    Percik Firman: Menjadi Saksi ”RSJ”Minggu, 13 Desember 2020Minggu Adven ke-3 – Minggu GaudeteBacaan Injil: Yoh 1:6-8.19-28 ”Ia datang sebagai saksi untuk memberi kesaksian tentang terang itu, supaya oleh dia semua orang menjadi percaya” (Yoh 1:7) Sdri/a ku ytk.,Dalam kehidupan sehari-hari di masyarakat, kita sering menjumpai orang-orang yang menjadi saksi. Ada saksi mata yang melihat langsung…

  • Memaknai Pekerjaan

    Mertoyudan – Ada kebanggaan tertentu jika orang bisa bekerja. Esensi orang hidup adalah bekerja. Karena dengan bekerja, kita akan memperoleh rezeki, dapat mempertahankan hidup kita, mengaktualisasikan diri, dan memuliakan Tuhan. Terkadang kita harus bekerja sangat keras untuk memperoleh rezeki. Sampai ada istilah “P6”, yaitu: “pergi pagi pulang petang pendapatan pas-pasan”. Ketika saya menjalani masa Tahun…