Percik Firman: Bukan Umur Panjang
Kamis, 29 April 2021
PW Santa Katarina dari Siena
Bacaan Injil: Yoh 13: 16-20

Saudari/a ku ytk.,
Sebelum menerimakan Tubuh Kristus, seorang imam akan mengangkat Tubuh Kristus dan piala berisi Darah Kristus sambil berseru. Salah satu seruannya demikian, “Kecaplah dan lihat, betapa baiknya Tuhan. Dialah santapan jiwa, daya ilahi melawan doa. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan Tuhan”.

Betul sekali, Kristus adalah santapan jiwa kita. Setiap kali kita merayakan Ekaristi kita menerima nutrisi rohani, dalam rupa sabda Tuhan dan Tubuh Kristus. Hal itu menjadi kekuatan dan santapan bagi jiwa kita.

Dalam bacaan Injil pada peringatan wajib Santa Katarina dari Siena hari ini, Tuhan Yesus mengajak kita untuk menerima Dia dan para utusan-Nya. Dengan menyambut komuni, kita menerima Kristus dan bersatu dengan-Nya. Dia tinggal dan meraja dalam hati kita.

Tetapi kadang kala kita bergulat dan protes pada Tuhan saat mengalami penderitaan dan masalah. Kita merasa ditinggalkan Tuhan. Pergulatan seperti ini juga pernah dialami oleh Santa Katarina.

Pada suatu hari ia bertanya kepada Tuhan, “Di manakah Engkau, Tuhan, ketika aku mengalami cobaan yang begitu mengerikan?” Yesus menjawab, “Puteri-Ku, Aku ada dalam hatimu. Aku membuatmu menang dengan rahmat-Ku.”

Santa Katarina adalah pelindung Italia. Ia berasal dari keluarga besar. Ayah dan ibunya menghendaki agar ia menikah dan hidup bahagia. Tetapi, Katarina hanya ingin menjadi seorang biarawati. Untuk menyatakan tekadnya, ia memotong rambutnya yang panjang dan indah. Ia ingin menjadikan dirinya tidak menarik.

Orangtuanya amat jengkel, mengancam dan seringkali memarahinya. Mereka juga menghukumnya dengan memberi pekerjaan rumah tangga yang paling berat. Tetapi Katarina tidak takut dan tidak gentar. Ia maju terus dengan niatnya.

Pada akhirnya, orangtuanya mengizinkan menjadi biarawati. Ia dipakai Tuhan membawa pulang Paus Gregorius XI dari pembuangan di Avignon (Prancis) ke Roma. Bahkan ia diberi anugerah stigmata luka-luka Yesus.

Dia meninggal dunia dalam usia 33 tahun. Dia dimakamkan di gereja Santa Maria Sopra Minerva, Roma, Italia. Lokasi gereja itu di belakang Pantheon di Roma. Saya bersyukur bisa beberapa kali berziarah dan berdoa di makamnya. Bahkan bisa diberi kesempatan berziarah ke kota Siena, tempat dia dilahirkan dan hidup membiara. Di Siena juga terjadi mukjizat Ekaristi tahun 1730.

Ia dinyatakan kudus oleh Paus Pius II pada tahun 1461. Pada tahun 1970, Paus Paulus VI mengangkatnya sebagai Pujangga Gereja. Santa Katarina menerima kehormatan besar ini karena ia melayani Gereja Kristus dengan gagah berani. Bukan umur panjang yang menentukan kesucian seseorang, tetapi kualitas hidup dan iman yang ditampakkan dalam hidup kesehariannya.

Pertanyaannya, percayakah Anda menerima santapan jiwa setiap kali menyambut komuni? Bagaimana penghayatanmu terhadap Ekaristi selama ini? Berkah Dalem dan Salam Teplok dari MeSRA (Merto Spiritual Rest Area).

Selamat berpesta pelindung bagi Anda atau lingkungan Anda yang bernaung pada Santa Katarina. # Y. Gunawan, Pr