“Fides unificans”(Iman itu menyatukan)
“Fides unificans”
(Iman itu menyatukan)
Yang tidak bersama Dia, melawan Dia;
Yang tidak mengumpulkan bersama Dia, mencereiberaikan; yang tidak mau bersatu dengan Dia, berpisah dari Dia. (Baca: Lk. 11:23)
Iman itu mempertemukan kita dengan Tuhan;
Iman itu menyatukan kita dengan Tuhan, sesama dan dengan seluruh alam ciptaanNya.
Sebab, kita bagian dari alam ciptaanNya, dan Tuhanlah yang memberikan segala saya kehidupanNya.
Percaya kepadaNya, berarti percaya kuasaNya yang menggerakkan kita.
Iman bukan hanya soal tahu; bukan hanya soal mau; bukan melulu rindu; iman itu menuntun kita menjadi satu.
Tahu, mau, rindu itu masih dalam kategori dualitas hidup yang terbatas. Di situ ada tawa dan tangis, ada benar dan salah, ada hitam dan putih, ada sedih dan gembira, ada sehat dan sakit.
Satu itu melampaui dualitas itu. Satu itu kategori mistik, kesatuan yang paradoks.
Satu itu intimitas dalam keseluruhan ada dengan Yang Ilahi. Sebab, Allah menjadi “semua dalam semua” (1Kor 15:28 “panta en pasin”)
Rm. Markus Yumartana, SJ, 27.3.2025






