Mertoyudan – Provinsial Serikat Jesus Indonesia Romo Petrus Sunu Hardiyanto SJ melakukan visitasi ke Seminari Menengah ST. Petrus Canisius Mertoyudan Senin (25/11/19). Beliau berbincang santai dengan para guru, karyawan  dan staff di ruang rapat guru SMA Seminari. Dalam kunjungannya beliau mengajak para guru, karyawan dan staff  untuk melihat kembali siapa-siapa saja yang paling kita cintai dalam hidup kita sampai sekarang ini, apakah istri, anak, orang tua, atau bahkan simbah. Ketik isi berita di sini. Bisa juga ketik berita di Ms Word, lalu copas ke sini.

Diawali dengan menuliskan karakter yang kami ingat dari figur kakek, nenek,  dan orang tua, seperti apa dan bagaimana mereka mendidik dan dibandingkan dengan kehidupan kita saat ini. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui sejauh mana potensi yang kita miliki. Setelah itu dilanjutkan dengan sharing bersama  untuk melihat hal positif apa yang sudah diwariskan orang tua, simbah kepada kami.

Romo Sunu banyak memberikan contoh dari perjalanan hidup beliau, mulai dari pernah kehilangan adik, sampai dengan menceritakan karakter simbah, bapak, dan ibu sehingga bisa membentuk beliau sampai saat ini. Dalam iliustrasi sebuah pohon, pertemuan selama kurang lebih satu setengah jam tersebut menuntun kita untuk menemukan “Akar” atau keluarga, “Daun” atau potensi, dan “Batang” atau spiritualitas kita sehingga bisa kita gunakan untuk menentukan visi hidup kita. setelah pertemuan selesai dilanjutkan dengan ramah tamah dan diakhiri dengan santap siang bersama di refter Domus Patrum.