Menjadi Kudus dalam Hidup Sehari-hari

Percik Firman : Menjadi Kudus dalam Hidup Sehari-hari
Minggu, 1 November 2020
HR Semua Orang Kudus
Bacaan Injil: Mat 6:1-12a

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah” (Mat 5:9)

Saudari/a ku ytk,.
Merenungkan bacaan Injil pada Hari Raya Semua Orang Kudus hari ini, saya teringat Tanya Jawab seorang wartawan kepada Sri Paus.

Ketika Yohanes Paulus II menjadi Paus tahun 1978, seorang wartawan bertanya: “Holy Father, mengapa engkau mau dipanggil Holy Father, padahal engkau adalah manusia biasa seperti kami?”

Jawab Paus: “Jangan takut menjadi kudus, sebab panggilan setiap orang Kristen adalah menjadi kudus!”

Jawaban Paus Yohanes Paulus II ini diulang oleh Paus Fransiskus beberapa puluh tahun kemudian. Bahkan penegasan tersebut dapat kita baca dalam dokumen Gereja Seruan Apostolik “Gaudete et Exsultate” (Bersukacita dan Bergembiralah, 19 Maret 2018) tentang Panggilan menuju Kekudusan dalam Dunia Masa Kini.

Paus Fransiskus Mengungkapkan, “Dia menghendaki kita kudus, dan tidak mengharapkan kita puas diri dalam sikap tawar hati, suam-suam kuku, tidak konsisten.” (No. 1).

Lebih lanjut Paus Fransiskus mengungkapkan, “Saya suka merenungkan kekudusan yang hadir dalam kesabaran umat Allah : dalam diri para orang tua yang membesarkan anak-anak mereka dengan kasih yang besar, dalam diri pria dan wanita yang bekerja keras untuk mendukung keluarga-keluarga mereka, dalam diri orang-orang sakit, dalam diri kaum religius yang berusia lanjut yang tidak pernah kehilangan senyuman mereka. Dalam ketekunan mereka sehari-hari saya melihat kekudusan militansi Gereja” (no. 7).

Kekudusan tidak jauh dari kita. Orang yang kudus biasanya membawa damai. Kedamaian menjadi dambaan setiap orang. Santo Fransiskus Asisi mewariskan doa yang sangat bagus dan inspiratif pada kita, yakni “Jadikanlah Aku Pembawa Damai” (Puji Syukur No. 221).

Kita semua dipanggil untuk menjadi pembawa damai. Orang yang membawa damai adalah anak-anak Allah. Sebaliknya orang yang membawa perpecahan (teror, ketakutan, permusuhan, kebencian, berita hoax atau palsu, dsb) adalah anak-anak setan.

Hari ini Gereja merayakan Hari Raya Semua Orang Kudus. Hari raya ini mula-mula dirayakan di lingkungan Gereja Timur untuk menghormati semua saksi iman yang mati bagi Kristus dalam usahanya merambatkan iman Kristen.

Di lingkungan Gereja Barat, khususnya di Roma, pesta ini bermula pada tahun 609 ketika Paus Bonifasius IV merombak Pantheon, yaitu tempat ibadat kafir untuk dewa-dewi Romawi, menjadi sebuah gereja. Gereja ini dipersembahkan kepada Santa Maria bersama para Rasul.

Lama-kelamaan Hari Raya ini menjadi populer untuk menghormati para Kudus, baik mereka yang sudah diakui resmi oleh Gereja maupun mereka yang belum / tidak diketahui.

Hari Raya ini dirayakan untuk menghormati segenap anggota Gereja, yang oleh jemaat-jemaat perdana disebut Persekutuan para Kudus, yakni persekutuan semua orang yang telah mempercayakan dirinya kepada Yesus Kristus dan disucikan oleh Darah Anak Domba Allah sampai akhir hidupnya.

Di antara mereka yang berbahagia itu teristimewa tampil para Santo-santa, Beato-beata sebagai perintis jalan dan penuntun bagi kita. Para kudus itu bersama Santa Perawan Maria, Bunda Gereja, mendoakan kita agar tekun dalam perjuangan, tabah dalam penderitaan, setia menghayati kekudusan, dan menjadi pembawa damai di dunia masa kini.

Marilah kita mohon rahmat kekudusan agar kita bisa menghayati panggilan untuk menjadi kudus dan pembawa damai di keluarga, gereja, komunitas, tempat kerja, di tengah masyarakat.

Semoga para kudus di surga mendoakan kita semua agar dapat setia pada iman pada Kristus yang tersalib. Berkah Dalem dan Salam Teplok dari Bumi Mertoyudan.

# Y. Gunawan, Pr

Similar Posts

  • Berani Mengakui Masa Lalu

    Percik Firman: Berani Mengakui Masa LaluKamis, 17 Desember 2020Bacaan Injil: Mat. 1:1-17 “Yehuda memperanakkan Peres dan Zerah dari Tamar” (Mat 1:3) Saudari/a ku ytk.,Tidak mudah menerima masa lalu yang kelam. Tidak mudah pula menerima keadaan keluarga yang tidak sempurna. Terkadang yang muncul adalah keinginan untuk menutup-nutupinya. Atau membanding-bandingkan dengan keluarga yang lain. Akibatnya, hidupnya tidak…

  • Panggilan Menjadi Murid Yesus

    Percik Firman : Panggilan Menjadi Murid YesusKamis, 15 Feb 2024Bacaan Injil: Luk 9:22-25 “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku” (Luk 9:23) Saudari/a ku ytk.,Di dalam salah satu fokus pembinaan calon imam di Seminari, dinyatakan bahwa calon imam mendalami hidup doa dan keheningan sebagai jalan…

  • Menjadi Teladan di Masa Krisis

    Percik Firman: Menjadi Teladan di Masa KrisisJumat, 19 Maret 2021HR Santo Yusuf, Suami SP MariaBacaan Injil: Mat 1:16.18-21.24a Sdri/a yang terkasih,Di masa Pandemi Covid-19 ini Paus Fransiskus menetapkan tahun 2020-2021 sebagai Tahun Santo Yusuf, tepatnya mulai 8 Desember 2020 s/d. 8 Desember 2021. Hal ini ditandai dengan dikeluarkannya Surat Apostolik “Patris Corde” (Dengan Sebuah Hati…

  • Maria, Marta dan Lazarus

    Maria, Marta dan Lazarus (Yoh. 11:19-27) O tiga pribadi mulia dari Bethania, dari mereka ketika berkaca, dari mereka kita merasa, tiga pengalaman di perjalanan hidup kita. O hidup dalam pengalaman dicinta, ketika Tuhan bersabda dan hati terpaku terpana di bawah lutut kudusNya. SabdaNya terasa manis, ingin jiwa ini terus mengecap sedalamnya. Maria telah memilih yang…

  • Memanggil Orang Berdosa

    Percik Firman : Memanggil Orang BerdosaSabtu, 16 Januari 2021Bacaan Injil: Mrk 2:13-17 “Bukan orang sehat yang memerlukan tabib, tetapi orang sakit; Aku datang bukan untuk memanggil orang benar, melainkan orang berdosa” (Mrk 2:17) Saudari/a ku ytk.,Dalam tradisi dan budaya berbagai bangsa, makan bersama merupakan tradisi yang sangat penting. Makan bersama menjadi tanda dan sarana membangun…

  • Jatuh Tersungkur

    Percik Firman : Jatuh TersungkurKamis, 21 Januari 2021Hari ke-4 Pekan Doa untuk Kesatuan Umat KristianiPW Santa Agnes, Perawan dan MartirBacaan Injil: Mrk 3: 7-12 “Bilamana roh-roh jahat melihat Yesus, mereka jatuh tersungkur di hadapan-Nya dan berteriak: ‘Engkaulah Anak Allah” (Mrk 3:11) Saudari/a ku ytk.,Kalau mau jujur, sebagian besar orang ingin populer, dipuji, dinilai penting dan…